Selasa, 24 April 2012

Crocidolomia binotalis Zell


Klasifikasi
Crocidolomia binotalis Zell biasa juga disebut dengan ulat sawi. Klasifikasi dari C. binotalis Zell yaitu, Kingdom : Animalia, Filum : Arthropoda, Kelas : Insecta, Ordo : Lepidoptera, Famili : Pyralidae, Genus : Crocidolomia Spesies : Crocidolomia binotalis

Bioekologi
Telur. Telur diletakkan di balik daun dalam dan berkelompok yang terdiri dari 30-80 butir. Luas tiap kelompok kira-kira 3 x 5 mm.

Larva. Larva berwarna hijau, punggungnya ada garis yang warnanya hijau muda, pada sisi kiri dan kanan warnanya lebih tua dan ada rambut dari chitine yang warnanya hitam. Bagian sisi perut berwarna kuning. Ada juga yang warnanya kuning disertai rambut hijau. Panjang ulat ± 18 mm. Setelah menetas ulat segera makan daun dengan lahapnya, terutama daun bagian dalam yang tertutup oleh daun luar karena mereka takut sinar matahari. Apabila serangan menghebat ulat akan mencapai titik tumbuh.

Pupa. Ulat berkepompong di dalam tanah dengan kokon yang diselimuti butiran tanah.

Imago. Ngengat ini termasuk binatang malam tetapi tak mau mendatangi cahaya. Bertelur di balik daun. Ngengat betina bisa hidup sampai ± 24 hari dan dapat menghasilkan telur sampai 18 kelompok. Jadi selama hidupnya ngengat bisa bertelur sampai 1.460 butir.


Gejala Serangan
Stadia yang aktif menyerang adalah stadia larva. Ulat ini menyerang tanaman keluarga Brassicaceae (Cruciferae), seperti kol, sawi, lobak, dan radish. Yang diserangnya terutama bagian dalam yang terlindung daun hingga mencapai titik tumbuh. Kalau serangan ini ditambah lagi dengan serangan penyakit, tanaman bisa mati karena bagian dalamnya menjadi busuk. Meskipun dari luar kelihatannya masih baik. Larva memakan daun sehingga berlubang (lubang-lubang kecil).

Pengendalian
1. Penggunaan musuh alami sejenis tabuhan yang menjadi parasit.
2. Pengendalian tanaman yang diserang dibuka daunnya kemudian disemprot dengan Ambush, 
3. Phosdrin, dan lain-lain. Menjelang dipanen tanaman jangan disemprot.

Jumat, 20 April 2012

Lalat Buah (Bactrocera sp.)


KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia, Phylum : Arthropoda, Kelas : Insecta, Ordo : Diptera, Famili : Tephritidae, Genus : Batrocera, Spesies : Batrocera spp.
 
BIOEKOLOGI
1. Telur berwarna putih, berbentuk bulat panjang, diletakkan berkelompok 2 - 15 butir dan diletakkan dibawah kulit buah, dalam waktu ± 2 hari telur akan menetas menjadi 1arva yang akan membuat terowongan kedalam buah dan memakan dagingnya kurang lebih 2 minggu. Seekor lalat betina mampu menghasilkan telur 1200 - 1500 butir. Telurnya.

Selasa, 17 April 2012

Aphis craccivora



KLASIFIKASI
Kingdom         : Animalia
Filum                : Arthropoda
Kelas                : Insecta
Ordo                 : Homoptera
Famili               : Aphididae 
Genus              : Aphis
Spesies            : Aphis craccivora

BIOEKOLOGI
1. Sifatnya partenogenesis, yaitu telurnya berkembang menjadi nimfa tanpa terjadi pembuahan, kemudian dilahirkan oleh induknya.
2. Lama hidupnya antara 13 – 18 hari dengan 4 – 8 kali instar.
3. Nimfa yang baru terbentuk langsung mengisap cairan tanaman secara bergerombol. Nimfa dewasa berwarna hitam dan berkilau. Antenenya lebih pendek dari pada abdomen.
4. Betina menjadi dewasa setelah berumur 4 – 20 hari. Panjang tubuh yang bersayap rata-rata 1,4 mm dan yang tidak bersayap rata-rata 1,5 mm. Mulai menghasilkan keturunan pada umur 5 – 6 hari dan berakhir sepanjang hidupnya.


GEJALA SERANGAN
Stadia yang merusak adalah nimfa dan imago yang umumnya mengisap pada bagian daun permukaan bawah, kuncup, batang muda. Tanaman yang terserang akan terhambat pertumbuhannya menjadi lemah dan kehilangan warna daun, mengkerut dan akhirnya menyebabkan penurunan hasil produksi. Serangan berat pada fase pembungaan atau pembentukan polong dapat menurunkan hasil panen. Selain itu, kutu daun kacang juga merupakan vektor penyakit virus (CAMV).

TANAMAN INANG
Kacang panjang dan jenis tanaman kacang-kacangan lainnya (Leguminoseae), kapas-kapasan (Malvaelae), waluh-waluhan (Cucurcitaceae), dll.

PENGENDALIAN
1. Penanaman tanaman yang resisten.
2. Penggunaan musuh alami seperti Coleoptera, Harmonia arcuata, dan dari ordo Diptera.

Agrotis ipsilon (Ulat Tanah)


KLASIFIKASI
Kingdom         : Animalia
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Insecta
Ordo                : Lepidoptera
Famili               : Noctuidae
Genus              : Agrotis
Spesies            : Agrotis ipsilon

Sabtu, 14 April 2012

BENTUK-BENTUK PENGENDALIAN HAMA TANAMAN

Beberapa bentuk pengendalian hama tanaman yaitu :
1. Pengendalian secara Bercocok Tanam
2. Pengendalian dengan Varietas Tahan
3. Pengendalian secara Fisik dan Mekanik
4. Pengendalian secara Biologi (Hayati)
5. Pengendalian secara Kimiawi
6. Pengelolaan Hama Terpadu

Senin, 09 April 2012

Daftar Istilah Ilmu Penyakit Tanaman

Acervulus yaitu badan buah yang berbentuk piring kecil yang memproduksi konidia.
Akuisisi yaitu masuknya virus ke dalam atau penempelan virus pada vektor.
Aecidiospora yaitu spora yang berada dalam aecidium.
Aecidium yaitu badan buah dari jamur.
Aetiologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang semua faktor penyebab penyakit.
Alternatif Host yaitu spesifik inang kedua yang dibutuhkan beberapa organisme untuk melengkapi siklus hidupnya.
Antagonis yaitu organisme yang menyebabkan kerusakan terhadap organisme lain.
Antagonisme yaitu hubungan antara organisme yang berbeda dimana satu organisme dihambat atau dibunuh oleh organisme yang lain.

Kamis, 05 April 2012

Penyakit Bulai Jagung (Peronosclerospora maydis)

Penyakit bulai jagung atau Downy Mildew disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis. Kehilangan hasil jagung akibat penularan penyakit ini dapat mencapai 100% pada varietas rentan. Cendawan ini termasuk dalam klasifikasi, Kingdom : Chromista, Filum : Heterokontophyta, Kelas : Oomycetes, Ordo : Sclerosporales, Famili : Peronosporaceae, Genus : Peronosclerospora, Spesies : P. maydis.